Protes Keras: 3 Distrik Barat Mamberamo Raya tolak Dimasukkan ke CDOB Gondumi Sisare,tetap Perjuangkan Kabupaten Teluk Ronari

Protes Keras: 3 Distrik Barat Mamberamo Raya tolak Dimasukkan ke CDOB Gondumi Sisare,tetap Perjuangkan Kabupaten Teluk Ronari

 

Jayapura,Saireri.Com – Langkah Tim Intelektual “BEROMA” yang menyerahkan dokumen penggabungan wilayah tiga distrik bagian barat Kabupaten Mamberamo Raya ke dalam Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Gondumi Sisare mendapat penolakan tegas dari para tokoh adat setempat. Mereka menegaskan wilayah itu bukan milik Gondumi Sisare dan telah lama direncanakan menjadi Kabupaten Teluk Ronari.

Penolakan ini disuarakan langsung dalam pertemuan para tokoh adat, pemuda, dan perempuan Mamberamo Raya Bagian Barat yang berlangsung di kediaman Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Mamberamo Raya, Terry Levin Bisararisi, di kawasan Organda, Padang Bulan, Jayapura, Sabtu (3/10/2026).


Apollo Woisiri: Wilayah Kami Bukan Bagian Waropen, Sudah Ada Rencana Pemekaran Sendiri

Salah satu tokoh adat sekaligus pendiri Kabupaten Mamberamo Raya, Apollo’s Woisiri, menyatakan tiga distrik yang dimaksud, Distrik Waropen Atas, Distrik Benuki, dan Distrik Sawai adalah pintu gerbang Teluk Cendrawasih dan bukan bagian dari wilayah Kabupaten Waropen.

“Sejak masa Bupati pertama Mamberamo Raya, almarhum Demianus Kyew-kyew, ketiga distrik ini sudah direncanakan menjadi satu kabupaten baru. Tim pemekarannya sudah berjalan hingga masa kepemimpinan Bupati Robi Winson Rumansara, yang bahkan telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pada Februari 2026 untuk memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Teluk Ronari,” tegas Apollo, yang kini menjabat sebagai Koordinator Tim Pemekaran Kabupaten Teluk Ronari.

Ia meminta Bupati Mamberamo Raya konsisten pada komitmen tersebut dan tidak membiarkan wilayahnya diambil alih ke dalam CDOB Gondumi Sisare.

Terry Levin Bisararisi: Tak Ada Respon Atas Surat Gubernur, Masyarakat Seolah Dilepaskan

Ketua LMA Mamberamo Raya, Terry Levin Bisararisi, menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap Bupati Mamberamo Raya yang dinilai tidak peka terhadap aspirasi masyarakat akar rumput.

“Kami menyesalkan langkah yang seakan-akan melepaskan kami dari Mamberamo Raya, lalu mengadu domba masyarakat Waropen Ronari dan Waropen Kai. Padahal, pada 5 Agustus 2025, kami sudah menyampaikan hasil musyawarah adat kepada Gubernur Papua: ketiga distrik ini wilayah adat Waropen Ronari serta Demba, Koweda wilaya Waropen, dan Pulau Kurudu, Kaipuri wilayah Yapen ingin dimekarkan menjadi Kabupaten Teluk Ronari,” ungkap Terry.

Gubernur Papua telah menjawab surat tersebut pada 4 Februari 2026, memerintahkan Bupati Mamberamo Raya untuk mempertemukan masyarakat adat dengan Bupati Waropen dan Bupati Kepulauan Yapen guna membahas pengaturan wilayah. Namun hingga kini, tidak ada tindak lanjut.

“Kami kaget. Tim pemekaran Teluk Ronari sudah berjuang 15 tahun dan sudah disahkan lewat SK Bupati sendiri, tiba-tiba diabaikan begitu saja karena muncul Tim BEROMA yang menggabungkan kami ke DOB Gondumi Sisare yang berada di bawah Bupati Waropen. Itu bukan jalan kami,” tandas Terry.

Minta Bupati Tidak Sepelekan Harapan Rakyat

Para tokoh adat meminta Bupati Robby Wilson Rumansara segera menindaklanjuti arahan Gubernur Papua dan mempertemukan pihak terkait. Mereka menegaskan: jika pemekaran hendak dilakukan, harus melalui jalur Kabupaten Teluk Ronari yang telah disepakati, bukan digabung ke wilayah lain.

“Kami sudah lama tertinggal karena rentang kendali pemerintahan yang terlalu jauh. Waropen Ambumi sudah diperhatikan dengan lahirnya Kabupaten Teluk Wondama dan Nabire. Waropen Kai sudah mendapat perhatian dengan terbentuknya Kabupaten Waropen. Yang belum mendapat perhatian adalah Waropen Ronari. Di sinilah kami ingin mendirikan Kabupaten Teluk Ronari,” ujar Terry.

Ia menutup dengan harapan agar Bupati Mamberamo Raya bersikap adil dan tidak mengabaikan perjuangan yang sudah berlangsung belasan tahun ini. (AF)

Redaksi Saireri.com

Redaksi Saireri.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *