11 Kepala Kampung Swandiwe Sambut Rombongan NasDem, Dukung Tegas Pembentukan Papua Utara

BIAK,,Saireri.Com – 7 September 2026 Kunjungan kerja jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Papua ke Kabupaten Biak Numfor mendapat sambutan sekaligus penyampaian aspirasi secara langsung dari para pemimpin wilayah paling dasar. Sebanyak 11 Kepala Kampung se-Distrik Swandiwe secara khusus menemui rombongan yang dipimpin langsung Ketua DPW Partai NasDem Papua, Jhony Banua Rouw, didampingi Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Tonny Tesar, beserta jajaran pengurus partai dan wakil rakyat lainnya.
Pertemuan yang berlangsung secara spontan ini menjadi wadah terbuka bagi para pemangku kepentingan di tingkat kampung untuk menyampaikan harapan sekaligus menegaskan dukungan penuh masyarakat terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Utara. Di samping itu, berbagai kebutuhan mendesak terkait pembangunan dan pelayanan dasar di daerah turut disampaikan agar dapat dikawal hingga menjadi kebijakan nyata.

Mewakili sebelas kepala kampung, Matias Kapisa—Kepala Kampung Waroy—menjelaskan bahwa dukungan terhadap pembentukan Papua Utara tumbuh dari kebutuhan nyata masyarakat. Langkah ini diyakini akan memperpendek rentang kendali pemerintahan, mendekatkan pelayanan publik, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok wilayah.
“Kami sampaikan langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan warga kampung kepada Bapak Tonny Tesar beserta jajaran NasDem. Dukungan kami terhadap Papua Utara bukan sekadar soal pemekaran wilayah, melainkan harapan agar pemerintahan hadir lebih dekat, pembangunan berjalan lebih cepat, dan kesejahteraan benar-benar dirasakan sampai ke kampung-kampung,” tegas Matias.
Suara serupa datang dari perwakilan masyarakat Biak Numfor, Demianus Bukorpyoper. Ia menegaskan gagasan pembentukan Papua Utara adalah aspirasi yang terus hidup di tengah masyarakat, khususnya sepanjang wilayah adat Saireri.
“Ini sudah lama menjadi pergumulan sekaligus doa kami semua di Biak dan tanah adat sekitar. Semoga perjuangan ini mendapat dukungan luas, berjalan lurus, dan akhirnya terwujud demi pelayanan yang lebih baik bagi seluruh warga,” ujar Demianus.

Tonny Tesar: Suara Kampung Harus Didengar dan Diperjuangkan
Menyambut langsung aspirasi yang disampaikan, Anggota DPR RI Tonny Tesar memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan keterbukaan para kepala kampung. Baginya, pemimpin di tingkat paling bawah adalah pihak yang paling paham kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kami sangat menghargai langkah ini. Kepala Kampung adalah ujung tombak pelayanan, suara mereka adalah suara rakyat asli yang wajib kami dengarkan dan perjuangkan sesuai kewenangan yang kami miliki,” ungkap Tonny.
Terkait rencana pembentukan Papua Utara, ia menegaskan setiap langkah pemekaran harus berakar pada kepentingan masyarakat luas: mendekatkan akses pelayanan, mempercepat pembangunan, serta menjamin pemerataan kesejahteraan. Aspirasi yang tumbuh dari bawah seperti ini, menurutnya, layak mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.

Jhony Banua Rouw: Aspirasi Tidak Boleh Berhenti Jadi Catatan Saja
Sementara itu, Ketua DPW NasDem Papua Jhony Banua Rouw menegaskan komitmen partainya untuk selalu membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan masyarakat di manapun berada—termasuk yang tinggal di kampung-kampung terpencil.
“Prinsip kami jelas: setiap aspirasi yang disampaikan rakyat tidak boleh hanya tertulis di kertas lalu dilupakan. Harus ada tindak lanjut, harus dikawal bersama-sama hingga berubah menjadi program dan kebijakan yang memberi manfaat nyata,” tandas Jhony.
Ia melihat dukungan dari sebelas kepala kampung Swandiwe sebagai bukti nyata bahwa gagasan pembentukan Papua Utara tetap menjadi keinginan kuat masyarakat wilayah adat Saireri dan sekitarnya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa jembatan komunikasi antara masyarakat, wakil rakyat, dan partai politik tetap terjalin erat.
Lewat pertemuan ini, para pemimpin kampung berharap suara yang disampaikan hari ini dapat dibawa lebih jauh ke meja pembuat keputusan, sehingga cita-cita pemerintahan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih cepat, dan keadilan yang lebih merata di Tanah Papua dapat segera terwujud. (AF)





