Yordan Runtuboi: Surat Petisi Perombakan Tunas Muda Hamadi Tanpa Tanda Tangan Dinilai Ilegal dan Penuh Provokasi

Yordan Runtuboi: Surat Petisi Perombakan Tunas Muda Hamadi Tanpa Tanda Tangan Dinilai Ilegal dan Penuh Provokasi

 

Jayapura, Saireri.Com – 5 September 2026 – Isu perombakan kepengurusan Tim Sepakbola Tunas Muda Hamadi memanas, setelah beredar surat petisi yang diduga atas nama pengurus, namun sama sekali tidak disertai nama maupun tanda tangan penanggung jawab. Surat itu dinilai tidak sah, disusun oknum tertentu, dan bertujuan menggulingkan susunan pengurus yang telah resmi ditetapkan.

Hal ini mendapat tanggapan tegas dari tokoh sekaligus mantan pemain senior Tunas Muda Hamadi, Yordan Runtuboi. Menurutnya, gerakan ini bukan upaya perbaikan, melainkan pelampiasan kemarahan sesaat yang berpotensi memecah belah persatuan tim kebanggaan warga Hamadi.

“Kami juga menyoroti pemberitaan yang dimuat salah satu media, di mana wartawannya hanya mendengar satu sisi saja, tanpa pernah mengonfirmasi atau bertanya langsung kepada pengurus yang sedang menjabat. Pemberitaan itu sepihak, tidak berimbang, dan jauh dari kenyataan yang sebenarnya terjadi di dalam organisasi kami,” tegas Yordan kepada awak media.

Ia menegaskan adanya indikasi jelas campur tangan pihak luar yang berusaha mengintervensi kepengurusan sah. Caranya: mendekati satu-dua mantan pemain yang bertindak karena emosi pribadi, lalu mengasut kelompok warga agar menekan dan menggoyahkan posisi pengurus resmi.

“Perlu diketahui: kepengurusan Tunas Muda Hamadi sudah sah dan memiliki Surat Keputusan. Segala hal termasuk perubahan atau pergantian pengurus wajib dibahas, diputuskan dalam rapat bersama, dan melalui prosedur yang benar. Bukan bikin surat tanpa nama, pakai logo kami, lalu ajak orang ramai bergerak sepihak. Itu cara kerja provokator, yang hanya ingin mengacaukan ketenteraman warga dan merusak nama baik tim,” tandasnya.

Yordan pun meminta seluruh insan pers agar bertanggung jawab saat meliput berita ini. Selalu konfirmasi ke pihak yang sah, jangan langsung percaya informasi dari satu pihak saja. “Kalau asal berita begitu saja, kami beranggapan ada kemungkinan pemberitaan itu bukan murni fakta, melainkan ada pesanan atau kepentingan tersembunyi dari oknum tertentu,” tambahnya.

Meski demikian, Yordan menegaskan pihaknya sama sekali tidak menolak perubahan. Justru sebaliknya: pengurus, mantan pemain, dan elemen pendukung sepakat bahwa pembaruan susunan kepengurusan perlu dilakukan. Namun jalannya harus tertib, terbuka, dan musyawarah.

“Kami juga menginginkan wajah baru memimpin Tunas Muda Hamadi. Jangan terus-menerus orang yang itu-itu saja kembali memegang kendali. Di Hamadi sendiri sudah banyak tenaga muda, orang-orang berkemampuan dan bersedia berkontribusi. Kami siap membuka ruang bagi mereka, demi menjaga keseimbangan dan kemajuan tim di masa depan,” tutup Yordan Runtuboi dengan tegas.
Redaksi

Redaksi Saireri.com

Redaksi Saireri.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *