Sidang Jemaat ke‑36 GKI Ebenhaezer Yoka: Evaluasi Pelayanan dan Susun Langkah Menuju Tahun Kesaksian

Jayapura, Saireri.Com – Sidang Jemaat ke‑36 GKI Ebenhaezer Yoka yang digelar Kamis (22/10/2026) menjadi forum utama untuk mengevaluasi kinerja pelayanan setahun terakhir sekaligus merancang arah kerja lima tahun ke depan bagi jemaat.
Ketua Panitia Sidang Alfonsina Mebri menjelaskan penyelenggaraan sidang berlandaskan Tata Gereja dan peraturan GKI se‑Tanah Papua, mengikuti keputusan Sidang Jemaat ke‑35 tahun 2025 serta Surat Keputusan PHMJ GKI Ebenhaezer Yoka Nomor 03/G/12.D/. Sidang tahun ini mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian, dan Kesejahteraan”, dengan subtema agar jemaat menjadi pembawa kabar baik melalui karya nyata dan keteladanan hidup.

Sebanyak 105 peserta dari unsur pelayanan, perwakilan jemaat, pengarah BPK Klasis Sentani, utusan adat, dan perwakilan pemerintah kampung mengikuti sidang. Panitia telah menyiapkan anggaran sebesar Rp75 juta guna menutupi seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan sidang.
Dalam sambutan pembukaan, Pengarah BPK Klasis Sentani Pdt. Taujufo, S.Th., menekankan sidang bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang refleksi atas keberhasilan dan keterbatasan program pelayanan tahun 2026. Ia mengakui sejumlah target belum tercapai karena keterbatasan sumber daya manusia dan hikmat, namun mengajak jemaat menjadikannya dasar perbaikan ke depan.
Pdt. Taujufo meminta pola pelayanan gereja lebih adaptif terhadap dinamika perubahan di Tanah Papua, tidak hanya berjalan di permukaan, melainkan mengembangkan pendekatan baru yang relevan bagi masyarakat. Ia mengingat tahun 2026 sebagai tahun kepedulian yang berfokus pada belas kasih bagi kelompok terpinggirkan dan penjagaan alam ciptaan, dengan sejumlah pembenahan pengelolaan keuangan, aset, serta pembinaan calon pimpinan jemaat periode 2027‑2032.

GKI menetapkan tahun 2027 sebagai tahun kesaksian, yang menuntut jemaat mewujudkan kabar baik melalui perbuatan nyata. Sidang kali ini juga menetapkan Majelis Jemaat dan pimpinan baru untuk periode 2027‑2032. Pdt. Taujufo mengajak seluruh peserta mengutamakan musyawarah dan persatuan, menghindari hal‑hal yang dapat merusak keutuhan persekutuan gereja.
Rangkaian sidang berlanjut hingga Jumat (23/10/2026). Seluruh keputusan yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar penguatan pelayanan dan kemandirian jemaat GKI Ebenhaezer Yoka ke depannya. (Redaksi)

