Rasa SDM Memenuhi syarat Reposisi Orang Serui minta MDF jangan Putar kami masalah Penempatan Sekda Definitif Provinsi Papua
Ketua Reposisi Orang Serui Petrus Mambai di dampingi Niko Ansanai Ketua Serui Bersatu dan Sekretris Reposisi Orang Serui Timotius Raiwaki
Jayapura,SAIRERI.Com – Mengigat Jabatan Plt.Sekda Provinsi yang sudah memasuki masa akhir jabatanya dan siap ditetapkanya Sekda Definitif oleh Pemerintah Pusat lewat usulan Gubernur. Maka Jumat (13/2/2026) Petrus Mambai Ketua Reposisi Orang Serui yang di dalamnya terdapat masyarakat Yapen Waropen angkat bicara soal Orang nomor tiga di Pemerintah Daerah Provinsi Papua.
Ini ungkapan Petrus Mambai selaku Ketua Reposisi Orang Serui kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua atas apa yang mereka sepakati bersama saat Gubernur ‘MDF’ melakukan Kampanye Pemenangan di lapangan Sepak bola Tunas Muda Hamadi:
Petrus mengatakan Pemilihan Umum Kepala Daerah sudah punya Pilihan untuk memasuki PSU tidak bisa untuk di utak atik lagi. Hasil Pilkada menjadi basis Analisa untuk memasuki Pemungutan Suara Ulang dan PSU sendiri dintentukan oleh masyarakat yang suda pernah ada di Pasangan A pindah ke Pasangan B begitu pulah sebaliknya, karena di Pilkada sudah ada pemilihnya antara Pasangan BTM dan MDF.
Olehkarena itu orang Serui di PSU 6 Agustus 2025 lalu bertekad mengalihkan dukungan kepada pasangan MARI-YO, Proses pengalihan tersebut berdasarkan Politik makanya ada Konsekwensi pengalihan dukungan tersebut,” tegas Petrus
Konsekwensi tersebut saat kampanye di masa PSU kami Orang Serui minta kepada Gubernur MDF dan Ariyoko bahwa Posisi Orang Nomor 3 atau Sekda di Provinsi Papua harus berasal dari Serui baik Yapen maupun Waropen ada beberapa Nama yang telah kami usulkan dan Kontrak itu telah di tandatangani resmi oleh Pa Gubernur MDF di Saksikan oleh Ribuan pasang mata masa Orang Serui di Lapangan Sepak bola Tunas Mudah Hamadi dan bukan hanya disaksikan oleh publik di hamadi saja tapi juga secara Nasional.
Jadi Sebagai Pejabat Publik apapun yang dilakukan oleh Calon Kepala Daerah yang saat ini sudah terpilih jadi Gubernur dengan menandatangani Peryataan sikap yang dikasih langsun oleh kami, adalah Fakta Hukum, jadi harus di pertanggung Jawabkan secara Hukum maupun secara Politik kepada Konstutuennya apabila tidak di tepati maka ada Konsekwensinya,”
Ketua Reposisi mengatakan bahwa Orang Serui Konsisten untuk mengawal peryataan itu.
Jadi Pada saat itu kami mengusulkan 3 nama Calon Sekda Papua 2 nama Orang Serui satunya Alternatif karena menurut kami dalam proses oengusungan calon Sekda Dwfinitif nanti akan ada 3 nama yang akan di usuljan ke Pusat sehingga ada kewenangan Pemerintah Pusat yang akan menentukan 1 dari tiga nama tersebut sehingga Gubernurlah yang nanti usulkan ke 3 nama terswbut ke Jakarta.
Yang paling kami pertanyakan Kenapa sampai saat ini kami belum bertemu Gubernur Padahal kami sudah masukan surat kami untuk bertemu dan mendiskusikan bagian ini tapi kelihatanya kami di Putar oleh Orang orang dekatnya Pa Gubernur, olehnya itu kami hanya ingin tahu kalau masih ada kemungkinan kami ingin bertemu Gubernur untuk mengecek Konsistensi Gubernur MDF Sebagai Pejabat Publik Negara bagaimana dengan Aspirasi Orang Serui yang telah di tandatangani dan kesepakatan bersama saat kampanye lalu untuk menaru orang kami sebagai Sekda Provinsi Papua, karena menurut Kami SDM kami cukup dan layak untuk menduduki jabatan tersebut Jadi stop mempermainkan Kami Orang Serui,”harap Mambai
Ditambahkannya bahwa Orang Serui Konsisten pada saat Pemungatan Suara Ulang (PSU) Gubernur Papua di mana Pada Putaran Pertama di Kabupaten Kepulaan Yapen dan beberapa Basis daerah orang Serui yang ada di Jayapura pasangan ‘MDF’ kalah dari BTM tetapi saat PSU ‘MDF’ menang tidak sama dengan daerah lain di Provinsi Papua ini yang harus di Ingat baik Pasangan MARI-YO jangan ambil Orang berdasarkan kepentingan Kelompok dan Golongan tertentu Provinsi Papua ada Dua wilayah Adat Tabi dan Saireri, khusus SDM untuk menduduki Jabatan Sekda kami kira Sudah banyak dan Senior tinggal di berdayakan Pa Gibernur ,” tutup Petrus Mambai Ketua Tim Reposisi Orang Serui. (Redaksi)

