Investasi sebagai Penggerak Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Perluasan Ruang Ekonomi Masyarakat Papua
Dr. Yuliana J. Waromi, SE., M.Si, (Sekwan) DPR Papua
Jakarta,SAIRERI.Com – Investasi memiliki Peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi Papua secara berkelanjutan. Sebagai wilayah yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam, potensi geografis yang luas, serta keunikan sosial dan budaya, Papua membutuhkan investasi yang terarah, terencana, dan dikelola secara optimal agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Yuliana J. Waromi, SE., M.Si, dalam pandangan ekonominya terkait urgensi investasi sebagai instrumen penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus perluasan ruang ekonomi masyarakat Papua.
Menurutnya, investasi tidak semata dipahami sebagai masuknya modal, melainkan sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan sosial yang mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah serta menciptakan ruang ekonomi yang inklusif bagi masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Investasi sebagai Fondasi Kemandirian Fiskal Daerah
Peningkatan investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA), memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan PAD melalui berbagai sumber, seperti pajak daerah, retribusi, bagi hasil usaha, hingga kepemilikan saham daerah pada perusahaan strategis.
“Ketika investasi tumbuh, aktivitas ekonomi meningkat, sektor usaha berkembang, dan penerimaan fiskal daerah ikut menguat. PAD yang kuat memberi ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelas Dr. Yuliana.
Dengan demikian, investasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal Papua dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Perluasan Ruang Ekonomi Masyarakat Papua.
Lebih lanjut, Dr. Yuliana menekankan bahwa investasi membuka ruang ekonomi yang luas bagi masyarakat Papua. Masuknya investasi ke sektor-sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, industri kreatif, jasa, energi, dan pertambangan akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, serta pertumbuhan UMKM.
“Masyarakat Papua tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berperan sebagai pelaku utama dalam rantai nilai ekonomi daerah,” tegasnya.
Investasi yang inklusif akan menciptakan efek pengganda (multiplier effect), mendorong tumbuhnya ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan rumah tangga, serta memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Indikator Dampak Investasi terhadap Pembangunan Papua
Untuk memastikan investasi benar-benar memberikan manfaat nyata, diperlukan indikator keberhasilan yang terukur, antara lain:
Peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah, retribusi, dan bagi hasil usaha.
Penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan produktivitas.
Pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM sebagai dampak turunan investasi.
Peningkatan kualitas infrastruktur ekonomi dan sosial.
Meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang tercermin dari pendapatan per kapita, penurunan kemiskinan, dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Output dan Target Investasi di Papua
Berdasarkan indikator tersebut, investasi di Papua diharapkan menghasilkan output nyata berupa peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil, serta penguatan sektor-sektor unggulan.
Secara rinci, output investasi meliputi peningkatan realisasi PMDN dan PMA, pengembangan infrastruktur fisik dan digital, penguatan sektor unggulan daerah, serta peningkatan kinerja keuangan daerah dan efisiensi fiskal.
Target utama investasi di Papua bukan semata pertumbuhan ekonomi, tetapi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkeadilan, dengan sasaran utama penguatan peran masyarakat lokal dan masyarakat adat sebagai pelaku utama pembangunan.
Urgensi Investasi bagi Papua dan Indonesia Timur
Dr. Yuliana menegaskan, investasi di Papua memiliki peran krusial bagi pengembangan kawasan Indonesia Timur, baik sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi maupun sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.
Pada periode 2025–2026, fokus investasi diarahkan pada pengembangan kawasan ekonomi baru, hilirisasi sektor unggulan, pembangunan infrastruktur dasar, serta penguatan inklusi dan literasi keuangan.
Bahkan, pertumbuhan investor pasar modal di Papua diproyeksikan mencapai 25 persen pada tahun 2026.
“Dengan jaminan keamanan, kepastian hukum, dan kemudahan perizinan, investasi di Papua diharapkan mampu membangun fondasi ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan, selaras dengan pelestarian lingkungan serta nilai sosial budaya Papua,” pungkasnya.
Narasumber: Dr. Yuliana J. Waromi, SE., M.Si.(Redaksi)

