Wakil Ketua MRP Pdt.Robert Horik Gelar Penjaringan Aspirasi Tahap II: Selamatkan Manusia & Tanah Papua, Tegaskan Otsus Belum Berjalan Adil

Jayapura,Saireri.com – Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Pdt. Robert Horik, memimpin kegiatan Penjaringan Aspirasi Tahap II Tahun 2026 yang berlangsung di Kompleks Hanyaan, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura,Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema besar: “Penyelamatan Manusia dan Tanah Papua”, dengan sub-tema “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Orang Asli Papua di Bidang Pendidikan, Kesehatan dalam Otonomi Khusus.”

Pertemuan berlangsung penuh semangat dengan berbagai masukan dan Pertanyaan oleh para peserta, dihadiri langsung oleh tokoh agama Orang Asli Papua, tokoh masyarakat, serta warga masyarakat Papua dari berbagai elemen.
Otsus Belum Memberi Keadilan: Hutan & Laut Dieksploitasi, Orang Papua Tetap Miskin
Dalam sesi materi pembuka, Dr. Hans Hamadi menyampaikan paparan yang tajam dan mendalam, membuka cakrawala berpikir masyarakat terkait realitas pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua. Ia menegaskan, hingga saat ini Otsus belum berjalan dengan baik dan merata di segala bidang.

“Otonomi Khusus yang diharapkan menjadi jalan keadilan, kenyataannya belum berjalan dengan baik. Di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga pengelolaan hutan dan laut Papua – semuanya belum berpihak kepada Orang Asli Papua.”ujarnya
Dr. Hans Hamadi menyoroti kenyataan pahit yang dirasakan masyarakat: kekayaan alam Papua, hutan dan laut, dieksploitasi habis-habisan oleh pemilik modal, baik dari luar maupun pihak yang tidak bertanggung jawab, sementara Orang Papua sendiri tetap miskin dan tertinggal di atas tanahnya sendiri.
“Hutan dan laut Papua dibabat habis oleh pemilik modal – sementara Orang Papua sendiri mati dan miskin di atas tanahnya sendiri. Inilah yang harus kita perbaiki bersama melalui Otsus yang benar-benar melindungi dan menyejahterakan anak negeri,” tegasnya.
Fokus: Perlindungan & Pemenuhan Hak OAP dalam Otsus
Wakil Ketua MRP, Pdt. Robert Horik, menegaskan bahwa kegiatan penjaringan aspirasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata mendengarkan suara hati masyarakat guna menyusun langkah-langkah strategis dalam memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua.
“Kita berkumpul di sini untuk satu tujuan mulia: menyelamatkan manusia dan tanah Papua. Otonomi Khusus harus menjadi instrumen yang melindungi dan memenuhi hak Orang Asli Papua, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan yang menjadi kebutuhan paling mendasar. Jika dua bidang ini tidak terpenuhi, bagaimana kita bisa bicara kemajuan?” ujar Pdt. Robert Horik.

Penjaringan aspirasi ini menjadi wadah kritis bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan, keluhan, dan tuntutan terkait pelaksanaan Otsus yang selama ini dirasakan belum menyentuh kehidupan nyata Orang Asli Papua. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan utama bagi MRP untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih adil, berkeadilan, dan benar-benar berpihak pada Orang Asli Papua.





