Gifli Buinei: Papua utara Kaya akan sumber daya tak terbarukan seperti ikan, mineral, dan energi, Negara harus segera respon sebagai Provinsi
Jayapura,SAIRERI.Com – Tarik ulur Proses Pemekaran Provinsi di Papua menjadi isu hangat pasca ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Matius D Fakiri membuat Peryataan penundaan lelaksanaan Pemekaran.
Menyikapi Peryataan tersebut Tokoh Pemudah Saireri Gifli Buinei, ST, Sabtu 31 Januari 2026 menanggapi apa yang di sampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkarbtersebut dimana dirinya mengatakan bahwa Pembentukan Provinsi Papua Utara adalah keperluan yang mendesak bagi masyarakat Wilayah Adat Saireri.
Aspirasi ini muncul dari masyarakat akar rumput yang ingin memperpendek jarak pelayanan pemerintahan dan meningkatkan kualitas hidup.
Wilayah Adat Saireri, yang terdiri dari Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, Waropen, dan Mamberamo Raya, masih belum dimekarkan menjadi provinsi, sementara wilayah adat lain di Tanah Papua telah menjadi provinsi, Ini adalah ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat Saireri.
Masyarakat Saireri telah banyak berkontribusi pada NKRI, namun masih belum mendapatkan perhatian yang seimbang. Pembentukan Provinsi Papua Utara akan mengatasi ketidakadilan ini dan memberikan kesempatan bagi masyarakat Saireri untuk maju. Wilayah Saireri yang strategis dan kaya sumber daya alam dapat meningkatkan posisi Indonesia di kawasan Pasifik Selatan.
Pasifik Selatan merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya tak terbarukan seperti ikan, mineral, dan energi, sehingga menjadi perhatian negara-negara besar. NKRI perlu meresponnya dengan memperkuat kehadirannya di wilayah ini, salah satunya dengan memekarkan Provinsi Papua Utara. Ini akan memungkinkan pemerintah untuk lebih efektif mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam di wilayah tersebut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Adat Saireri,” ujar Gifli
Di tambahkanya Konsep maritim Indonesia sebagai poros maritim dunia juga menjadi relevan dalam konteks ini. Dengan memekarkan Provinsi Papua Utara, NKRI dapat memperkuat kehadirannya di Pasifik Selatan dan meningkatkan kemampuan maritimnya, sehingga dapat lebih efektif mengelola sumber daya laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kami berharap Provinsi Papua Utara dapat terwujud pada 2026, sehingga masyarakat Saireri tidak merasa dikhianati oleh NKRI. Dengan pembentukan provinsi ini, masyarakat Saireri dapat memiliki pemerintahan yang lebih dekat dan responsif, serta dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.(Redaksi)

