Berikan contoh persatuan Orang asli Papua tanpa bedakan wilayah Adat MDF di usulkan Ganti Meky Nawipa pimpin Asosiasi Gubernur setanah Papua

Berikan contoh persatuan Orang asli Papua tanpa bedakan wilayah Adat MDF di usulkan Ganti Meky Nawipa pimpin Asosiasi Gubernur setanah Papua

Jayapura,SAIRERI.Com – Ketua Aliansi Masyarakat Poros Saireri Relawan “MARIYO” Noken Tifa, Alex Baransano bersama beberapa anggotanya Jumat 30 Januari 2026 memberikan pernyataan Pers kepada awak Media terkait dengan kedudukan para Pemimpin Gubernur setanah Papua, dimana menurut mereka Penunjukan Gubernur Papua tengah Meky Nawipa sebagai Ketua Asosiasi Gubernur setanah Papua tidak Relevan.

Alex mengatakan bahwa Penunjukan Meky Nawipa sebagai Ketua Asosiasi Gubernur setanah Papua tidak memiliki asas manfaat Kebersamaan sesama Orang asli Papua, yang mana Meky Nawipa saat dilakukan Penunjukan sebagai Ketua Asosiasi Gubernur terkesan terlalu buru-buru tanpa melibatkan Gubernur Papua Induk dan Papua Pegunungan yang definitif hal ini menunjukkan bahwa ada upaya penghancuran sesama kami orang Papua di tataran pemimpin kami di tanah Papua, bagian ini harus kita Orang Papua jelih kalau tingkat pimpinan mudah di benturkan apalagi kami masyarakat akar rumput,” ujar Alex Baransano.

Olehnya itu Alex berharap kepada seluruh Asosiasi Gubernur setanah Papua agar berkumpul ulang dan menunjuk kembali Ketua Asosiasi Gubernur dengan melibatkan 6 Gubernur definitif dan kalau boleh Posisi Ketua Asosiasi diberikan kepada Gubernur Papua Induk Bapak Matius D Fakiri,”ungkap Kordinator Satgas Papua Alex Baransano.

Sementara itu mewakili suara Perempuan Adat Saireri Susana Ayomi,S.Th mengatakan bahwa sebagai Perempuan Papua saya ingin agar pemimpin kami di 6 Provinsi se -tanah Papua ini tidak mudah di benturkan oleh orang dari luar Papua, supaya apa yang menjadi kerinduan OAP di atas tanahnya dapat terwujud dengan baik, olehnya itu dirinya berharap kepada Para Gubernur setanah Papua, kalian adalah harapan kami semua OAP di atas tanah ini ada di tangan kalian, olehnya itu diantara kalian harus ada rasa saling Hormat antara yang lebih tua dan yang mudah sekalipun yang mudah itu lebih hebat, maka dari itu Ketua Asosiasi Gubernur setanah Papua harus di berikan kepada Gubernur Matius D Fakiri sebagai Provinsi Papua Induk,” ungkap Susan Ayomi.

Ditambahkan Izak Yance Maniagasi selaku wakil Ketua Aliansi Masyarakat Poros Saireri bahwa saat ini sudah dua periode Otonomi khusus berjalan di Papua dan kami Orang Asli Papua tidak merasakan apa itu arti Kekhususan seperti terjemahan UU Otsus Papua yang di berikan Negara pada kita.

Hal ini kami nilai bahwa persoalan tersebut bukan ada di Pemerintah Pusat, tetapi persoalan ini ada di tataran Elit politik daerah yang notabene adalah OAP, seperti Gubernur, Bupati/Walikota,DPRP maupun MRP tidak sehati atau se-iramah untuk perjuangkan kepentingan Rakyat Papua masing- masing berjalan dengan ego lembaga mereka untuk menghadap Presiden dan Para Mentri, akhirnya Rakyat jadi Korban pembangunan,”ujar izak.

Olehnya itu Kami harapkan kalau boleh khusus untuk Penunjukan Ketua Asosiasi Gubernur setanah Papua bisa dirundingkan kembali agar diberikan Kepercayaan kepada Gubernur Papua Induk Bapak Matius D Fakiri sebagai ketua Asosiasi Gubernur setanah Papua.

Karena kami melihat bahwa di Provinsi Papua Induk memberikan contoh yang kuat pemahaman kami Orang Asli Papua masih tetap 1 dimana Gubernur MDF walaupun dari wilayah Adat Animha tetapi di Percayakan oleh orang Saireri dan Tabi pimpinan Papua, Ada juga di Kabupaten Jayapura Bupati Yunus Wonda walaupun dari wilayah Adat Lapago tetapi di Percayakan orang Tabi pimpin Kabupaten Jayapura, hal serupa yang dialami FX.Mote walaupun asal Mepago tapi di Percayakan rakyat pimpin Waropen karena punya hati membangun Orang Papua,” tutup Izak Yance Maniagasi Tokoh masyarakat Saireri.(Redaksi)

Redaksi Saireri.com

Redaksi Saireri.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *