Guru yang sadar PTM juga akan menjadi role model kesehatan bagi siswa. Mereka lebih mudah mengedukasi anak tentang gaya hidup sehat,” tambahnya.

Jayapura,Saireri.com – Puluhan guru Sekolah Minggu atau yang akrab disapa Kakak Pengasuh di Jemaat GKI Imanuel Hamadi mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Terpadu yang diprogramkan Dinas Kesehatan Kota Jayapura melalui Puskesmas Hamadi.
Pemeriksaan dipusatkan di Lokasi Rayon Tiga Jemaat GKI Imanuel Hamadi. Layanan yang diberikan meliputi konsultasi penyakit, cek tensi darah, pengambilan sampel darah, hingga pemberian obat sesuai resep dokter.

Dokter Puskesmas Hamadi, dr. Frey Arwam, menjelaskan kegiatan ini merupakan program rutin pemerintah dalam rangka deteksi Penyakit Tidak Menular (PTM).
Menurut dr. Frey, guru termasuk kelompok pekerja yang rentan stres, banyak duduk, dan kurang aktivitas fisik, sehingga berisiko tinggi terkena PTM.
“Manfaat skrining ini sangat besar. PTM seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, jantung, dan stroke itu sering tanpa gejala. Dengan skrining, guru atau pengasuh bisa tahu lebih awal sebelum parah. Hipertensi dan diabetes misalnya bisa diketahui hanya dari cek tensi dan gula darah,” ujar dr. Frey.

Selain deteksi dini yang bisa menyelamatkan nyawa, skrining juga untuk mencegah komplikasi berat dan biaya mahal. Diabetes yang tidak terkontrol bisa berujung gagal ginjal, kebutaan, bahkan amputasi, sementara hipertensi bisa memicu stroke. Biaya pencegahan jauh lebih murah dibanding biaya rawat inap.
“Guru yang sadar PTM juga akan menjadi role model kesehatan bagi siswa. Mereka lebih mudah mengedukasi anak tentang gaya hidup sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Persekutuan Anak dan Remaja (BP PAR) Jemaat GKI Imanuel Hamadi, Anah Ikari, mengapresiasi kepedulian pemerintah.
“Kami sangat apresiasi program Dinkes melalui Puskesmas Hamadi yang peduli terhadap kesehatan para pengasuh anak Sekolah Minggu. Hal ini guna mendukung kerja-kerja kami dalam membina mental spiritual anak-anak didik kami,” ungkap Anah. (Redaksi





