Proses penetapan calon Ketua KNPI Kota Jayapura di nilai tidak Netral, ada upaya partai berkuasa untuk menggolkan kandidat tertentu
Simon Petrus Bame Ketua Tim Pemenangan Novel Crey Calon Ketua KNPI Kota Jayapura
Jayapura,,ComSAiRERI – Tinggal sehari pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD KNPI Kota Jayapura, dinamika internal organisasi kepemudaan tersebut mulai memanas. Caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan, Yosep Mandosir, secara sepihak diberhentikan dari jabatannya oleh Carateker Ketua KNPI Kota Jayapura.
Yosep mengaku sangat bingung mengapa posisinya sebagi carateker KNPI Distrik di berhentikan secara sepihak oleh Ketua KNPI Carateker. Ia menyebut keputusan pemberhentian itu terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya komunikasi sebelumnya Padahal semua Program saya ikut hingga pelaksanaan Rapimpurda pada 28 Februari kemarin.
“Ketua KNPI Distrik Japsel kepada awak Media merasa bingung tidak ada Angin tidak ada hujan tiba-tiba diberhentikan. tanpa ada komunikasi sebelumnya dengan saya,” ujar Yosep Mandosir di Abepura, Kamis (13/3/2026).

Menurutnya, ia diberhentikan pada 10 Maret 2026 atau sekitar lima hari menjelang pelaksanaan Musda VI KNPI Kota Jayapura.
“Saya tidak tahu pasti alasannya apa saya tiba-tiba diberhentikan,” ujarnya.
Di duga pencopotannya karena berkaitan dengan rekomendasi yang ia keluarkan kepada Novel Krey calon Ketua DPD KNPI Kota Jayapura dan bukan Kepada Barto.
Ia mengungkapkan, dirinya sempat mengeluarkan dua rekomendasi untuk dua kandidat berbeda dengan waktu yang berbeda, yakni Novelt Krey dan Barto Taniyau.
Namun, Yosep mengaku beberapa hari lalu dirinya baru saja mendapat tekanan oleh Pihak tertentu agar mengeluarkan rekomendasi untuk Barto Taniyau sebagai calon Ketua KNPI Kota Jayapura.
“Untuk mengeluarkan rekomendasi ini, saya merasa ada tekanan atau intimidasi ujar mandosir. Saya merasa ditertekan sekali ketika memberikan tanda tangan rekomendasi tanpa tanda tangan dari sekretaris saya,” ungkapnya.
Meski demikian, Yosep tidak bersedia mengungkapkan siapa pihak yang menekan dirinya untuk menandatangani rekomendasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa rekomendasi yang dinilai sah adalah rekomendasi yang diberikan kepada Novelt Krey pada 1 Maret 2026, karena ditandatangani bersama Sekretaris KNPI Distrik Jayapura Selatan.
Sementara rekomendasi untuk Barto Taniyau yang dikeluarkan melalui intimidasi Pihak tertentu di keluar pada 2 Maret 2026 hanya ditandatangani olehnya sendiri tanpa melibatkan sekretaris.
“Rekomendasi yang ke Barto itu menurut saya tidak sah. Karena tanda tangan di rekomendasi itu saya buat sendiri tanpa melibatkan sekretaris, sedangkan rekomendasi untuk Novelt Krey saya tandatangani bersama sekretaris saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan calon Ketua DPD KNPI Kota Jayapura, Novelt Krey, yakni Simon P. Bame menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses menjelang Musda.
Ia menyampaikan hal itu saat mengikuti rapat pleno Musda VI KNPI Kota Jayapura yang berlangsung di GOR Waringin, Kotaraja, Abepura, Jumat (13/3/2026).
Menurut Simon, pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan hingga dinamika dalam rapat pleno dinilai tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.
“Terkait dinamika KNPI Kota hari ini hingga rapat pleno, saya melihat ada sejumlah kejanggalan baik dari mekanisme yang dilakukan oleh caretaker, misalnya pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan sampai rapat pleno tadi yang tentunya di luar dari peraturan yang ada,” katanya.
Ia bahkan mencurigai adanya upaya sistematis untuk memenangkan kandidat tertentu dalam Musda KNPI Kota Jayapura.
“Kami melihat ada indikasi upaya yang sistematis dan masif untuk memenangkan calon tertentu. Itu terlihat mulai dari pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan dan Heram,”katanya.
Simon juga menilai alasan pergantian caretaker yang diberikan oleh Carateker Ketua KNPI Kota sangat tidak masuk akal secara organisatoris. Timnya bahkan telah melakukan konfirmasi kepada pengurus KNPI Jayapura Selatan.
“Simon juga menilai bahwa ada satu upaya sistimatis dan masif yang di mainkan oleh Ketua Carateker KNPI Kota maupun Stering comite untuk memenangkan Kandidat tertentu dan gugurkan candidat kami, hal tersebut terlihat dari semua Pengambil keputusan dalam proses Musda KNPI Kota kali ini di Dominasi oleh Kader-kader aktif Partai politik berkuasa di Kota Jayapura, cara-cara seperti ini menunjukan kemunduran Proses Demokrasi di Papua yang di sebabkan oleh pengaruh elit politik tertentu,”tutup Simon. (Redaksi)

