Apresiasi Kerja Gubernur MDF Poros Saireri minta Kembalikan Posisi Sekwan DPRP ke-Yuliana Waromi, Jangan dengar Orang dekat
Jayapura,SAIRERI.Com – Ketua Aliansi masyarakat Poros Saireri yang juga sebagai Ketua Insos-Kabor Biak Raja Empat di Provinsi Papua, Alex Baransano Mengapresiasi Kerja-kerja cepat dan Gebrakan yang dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua dalam mengatasi kebutuhan mendasar masyarakat Papua di Wilayah adat Tabi-Saireri.
Hal ini di sampaikan Alex Baransano di dampingi Yusak Rabrageri Presiden Ikatan Permudah Pelajar, Intelektual Masirei Waropen dalam Keterangan pers nya di Jayapura Selasa (4/3/2026).
Ia menilai Walaupun dengan Keterbatasan Anggaran yang ada di Daerah akibat Pengaruh Efisiensi yang di lakukan Pemerintah Pusat secara Nasional, tetapi Gubernur Matius D Fakiri bersama Wakilnya Ariyoko Rumaropen dengan tekad yang kuat melakukan lobi-lobi spektakuler ke beberapa Kementerian di Jakarta untuk seperti Mentri HAM, Mentri Perumahan Rakyat, Mentri Perhubungan dan Mentri Perekonomian dan lainnya, hal ini gunah adanya sinergitas yang terus di antara Pemerintah Pusat dan Daerah agar dapat mempercepat pembangunan serta Peningkatan kesejahteraan Orang Papua,” tegas Ketua Aliansi Masyarakat Poros Saireri Pendukung MDF.
Olehnya itu Alex mengharapkan agar kepemimpinan Gubernur Papua Matius D Fakiri dan Wakil Gubernur Ariyoko Rumaropen agar tidak ada pihak pihak atau Kelompok kelompok baik di dalam Eksekutif dan Legislatif yang mengintervensi kerja kerja Bapak berdua dalam menempatkan Kepala kepala OPD untuk membantu beliau berdua agar kerja dari bapak berdua tidak dinilai Rakyat Papua di Tabi-Saireri sangat tidak menguntungkan Orang Asli Papua,” ungkap Alex kepada Media.
Dia mencontohkan seperti ada tersebar di media sosial Surat terbuka dari Pdt. Socrates Sofyan Yoman kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terkait Penempatan Jabatan OPD ada semacam 3 Gubernur kecil di bawa Pa Gubernur, mereka bertiga ini yang atur semua semua,” ungkap Alex
Selaku Ketua Aliansi Masyarakat Poros Saireri Pendukung MDF, Alex mencontohkan Penempatan Jabatan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) sengaja di mainkan oleh Oknum oknum tertentu di lingkaran dekat Gubernur tanpa sepengetahuan Pa Gubernur Provinsi Papua dimana hingga saat ini belum ada (SK) serah terima Jabatan olehnya itu kami anggap dasar Hukumnya tidak Kuat dan kami nilai ada semacam baidesain struktur di dalam Lembaga Sekretariat DPRP oleh apa yang di sampaikan Pa Pdt.Sokrates Sofyan Yoman,” ungkap Alex Baransano.
Sementara itu di tempat yang sama Sekjen Aliansi Masyarakat Poros Saireri Yusak Rabrageri meminta dengan tegas kepada Gubernur Papua Bapak Matius D Fakiri dan Bapak Wakil Gubernur Ariyoko Rumaropen agar dalam menempatkan Posisi strategis di OPD dapat memperhatikan Orang Asli Papua Khususnya Saireri dengan Tabi jangan di intervensi oleh siapapun baik dari Partai Politik maupun orang-orang dekat nya bapa agar kepercayaan rakyat Papua dapat bertahan hingga Periode berikutnya.
Oleh sebab itu posisi posisi strategis di Pemerintahan Provinsi Papua harus benar benar di isi oleh SDM yang berkualitas dan mampu menopang Kerja-kerja Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur bukan karena kedekatan keluarga atau Kelompok tertentu seperti yang kami nilai di beberapa OPD saat ini,” ujar Yusak
Ia menilai bahwa hal tersebut terjadi kepada Sumber Daya Manusia terbaik kami OAP khususnya kami orang Saireri di Posisi Sekwan yang ditempati Dr Yuliana J Waromi,SE,M.Si dimana di permainkan oleh oknum oknum tertentu lingkaran dekat Pa Gubernur kami berharap agar Gubernur dapat mengembalikan Posisi Sekwan kepada Ibu Yuliana Waromi tanpa di intervensi pihak manapun.
Karena Yusak menambahkan dari sini penilaian Pa Gubernur dan wakil sedang di pertaruhkan dimata rakyat jangan karena ada kepentingan beberapa orang nama baik Pa Gubernur dan Wakil yang kami sudah berjuang bersama di Pilkada lalu tercoreng di kemudian hari,”tutup Sekjen Poros Saireri yang juga selaku Presiden Forum Pemudah Pelajar Intelektual Masirei Kabupaten Waropen. (Redaksi)

