Belasan Nakes dan PNS RSUD Abepura unjuk rasa, minta Direktur di nonaktifkan dari Jabatan
Jayapura,Saireri.com – Sebagian tenaga kesehatan (Nakes) dan PNS Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Jayapura,lakukan aksi demo menuntut dr. Daisy C. Urbinas dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit.
Aksi demo tersebut berlangsung kurang lebih 2 Jam di halaman RSUD Abepura, Kota Jayapura, Selasa (27/1/2026) . Dipimpin oleh Ichwal Swara salah seorang Nakes di RSUD Abepura yang diikuti sekira belasan orang.
Dalam aksi tersebut para Nakes dan ASN membawa spanduk bertuliskan benerapa pernyataan sebagai berikut; Pertama, Masa menuntut segera non aktifkan/berhentikan dr. Daisy C. Urbinas dari jabatan Direktur RSUD Abepura sesuai dengan pernyataan Gubernur Provinsi Papua pada sidak,7 November 2025.
Kedua, Rubah tarif layanan yang memberatkan pasien sehingga berdampak pada rendahnya kepercayaan masyarakat.
Ketiga, Masa aksi meminta segera dilakukan pemeriksaan/audit tata kelola sumber daya manusia (SDM) perekrutan tenaga honorer dan penempatan staf berdasarkan hubungan pribadi bukan berdasarkan kompetensi.
Keempat, Segera dilakukan pemeriksaan/audit terperinci terhadap tata kelola keuangan APBD dan BLUD yang tidak transparan dan digunakan untuk kepentingan pribadi/kelompok.
Dan kelima, para Nakes menuntut segera realisasikan pembayaran jasa-jasa yang belum terbayarkan.
Bertempat di halaman parkiran RS. Abepura para pengunjukrasa lakukan pembentangan spanduk di depan Ex Ruangan IGD RSUD Abepura.
“Salah satu Peserta unjuk rasa Ichwal mengatakan Hari ini kita berdiri di sini bukan karena suka ribut, bukan karena mau cari panggung. Tetapi Kita peduli dengan rumah sakit ini, peduli dengan pelayanan kesehatan, dan peduli dengan masyarakat yang setiap hari datang berobat dengan harapan bisa sembuh.
Ia menuturkan bahwa tugas pihaknya adalah melayani, bukan dilayani. Ungkapnya selama ini banyak persoalan yang dirasakan pihaknya, mulai dari persoalan manajemen hingga persoalan keadilan, dan persoalan transparansi.
“Kami minta agar Direktur RSUD Abepura segera dinonaktifkan sesuai arahan tersebut, supaya persoalan yang berlarut-larut bisa diputus dari akarnya,”tutupnya. (Redaksi)

