Direktur RSUD Abe: Kalau meras perlu dievaluasi ya datang ketemu direktur atau direksi lakukan telaan-telaan kajian-kajian bicarakan hal-hal yang menurut kamu kurang

Direktur RSUD Abe: Kalau meras perlu dievaluasi  ya datang ketemu direktur  atau direksi lakukan telaan-telaan  kajian-kajian bicarakan hal-hal yang menurut kamu kurang

Direktur RSUD Abepura, dr.Daisy C. Urbinas.

JAYAPURA,Saireri.Com.- Segelintir staf RSUD Abepura yang melakukan aksi didepan Gedung RSUD Abepura Selasa , (27/1/2026) dengan membentangkan spanduk bertuliskan pernyataan sikap. Salah satu point nya adalah meminta direktur RSUD Abepura dinonaktifkan.

Aksi tersebut langsung mendapat tanggapan dari Direktur RSUD Abepura, dr.Daisy C. Urbinas.
Saat diwawancarai awak media, dr.Daisy menanggapinya dengan santai bahkan ia memberikan klarifikasi secara resmi. dr.Daisy mengatakan bahwa kelompok yang melakukan aksi demo atau protes adalah segelintir staf yang selama ini terus berusaha mengganggu kenyamanan pelayanan di rumah sakit.

“mereka inikan adalah kelompok kecil staf di rumah sakit Abepura yang selama ini jarang masuk kantor, tidak mau terlibat, tidak mau memberikan keahliannya kontribusi terbaiknya untuk kita bersama-sama memajukan rumah sakit ini,”ungkapnya.

dr.Daisy menjelaskan bahwa mereka pegang pengeras suara (towa) dan mengajak perawat untuk ikut demo tetapi tidak ada perawat yang ikut Demo, akhirnya cuma mereka kelompok ini yang tidak kerja aktif ini saja yang demo.

“saya sudah liat tuntutannya, pertama mereka tuntut Direktur harus dinonaktifkan sesuai dengan hasil sidak bapak gubernur beberapa waktu lalu. Ya,, saya mau sampaikan bahwa terkait itu, kewenangan ada di pimpinan daerah jadi kita tidak bisa interfensi karena pimpinan kan juga punya penilaian-penilaian tersendiri terhadap kinerja kita,” ujarnya.

Bahkan dr.Daisy menjelaskan kalau menyimak apa yang selalu bapak gubernur bicara di media bahwa “saya skarang tidak berpikir ke belakang, saya berpikir dari hari ini kedepan, artinya kalau bapak gubernur melihat ada progres-progres perubahan di RSUD ini kedepan disitu bapak gubernur menilai dan menghargai itu.

Untuk itu dr.Daisy menyebutkan apa yang sudah bapak gubernur lakukan yaitu penilaian kinerja terhadap pelayanan di RSUD ini, Keputusan ada di bapak gubernur, bapak wakil gubernur dan tim.
“jangan sekelompok staf RSUD ini berkaca di RSJ sehingga bikin aksi supaya terjadi juga di Abe. Kitakan masing-masing punya Raport penilaian di pimpinan berbeda-beda. Jadi tidak bisa dipaksakan untuk Abe harus sama dengan RSJ,” urainya.

Yang kedua; mereka menuntut soal tarif rumah sakit yang katanya memberatkan masyarakat. dr.Daisy menjelaskan bahwa tarif pelayanan kepada masyarakat itukan disusun berdasarkan kemampuan daya beli, kemudian dibuat dalam peraturan gubernur. Dan selama ini masyarakat pengguna layanan ini tidak komplen, kenapa kelompok ini yang komplen,” tanyanya.

“kalau kelompok ini meras perlu dievaluasi ya datang ketemu direktur atau direksi lakukan telaan-telaan kajian-kajian membicarakan hal-hal yang menurut kamu kurang. Tapi kan tidak , tarif ini kami sudah jalan selama tiga tahun dan tidak ada komplen, kami direksi dan komite keperawatan , komite membawahi dokter sudah duduk membicarakan itu di awal 2025 melakukan evaluasi-evaluasi pada poin-poin tertentu dengan membandingkan tarif yang ada di rumah sakit yang ada dikota Jayapura.

Evaluasi, proses-proses sudah dikerjakan , tetapi karena kelompok ini jadi penonton dari luar sehingga tidak tau proses-proses yang sudah dikerjakan.

Ketiga adalah Soal Audit ; dr.Daisy menjelaskan bawha Audit dilakukan rutin tiap tahun. Secara khusus dari bulan September-november 2025 ada audit terperinci , audit tertentu dibeberap OPD termasuk di rumah sakit.

Kemudian soal Rekrutmen, RSUD Abe terbuka untuk umum dan biasanya diakses lewat media RRI, Website rumah sakit dan beberapa media lainnya. Setiap tahapan diumumkan secara terbuka tidak ada yang disembunyikan. Tidak main suku, ras, atau keluarga dekat. Mulai dari seleksi pendaftaran, administrasi, ujian tertulis, ujian wawancara dan sikotes. Itu proses-proses yang sudah berjalan. Sehingga saya menilai kelompok ini berbicara tidak mendasar lebih pada asumsi tidak berdasarkan data,”jelas dr.Daisy.

Kemudian terkit Jasa; kelompok ini menuntut jasa-jasa yang belum terbayarkan, padahal menurut dr.Daisy diera efisiensi pembayaran jasa berjalan sangat lancar. Kecuali pembayaran jasa bulan Oktober, November dan Desember tahun 2025, akan terbayarkan di bulan februari.
“kenapa demikian , karena kita harus menunggu laporan dari teman-teman pelayanan, mereka setelah pelayanan membuat laporan dan naikan ke tim lalu dilaporkan ke BPJS berdasarkan laporan itulah kemudian BPJS turunkan uang ke rumah sakit. Itu tahapan-tahapan yang sudah dilakukan,” ungkapnya.

dr.Daisy menambahkan bahwa manajemen rumah sakit Abe membuka ruang seluas-luasnya bagi kelompok ini tetepi mereka sendiri yang tidak mau datang dan hanya nonton dari jauh dan curiga-curiga saja terus.

Kelompok ini yang rutin demo dari dahulu hingga hari ini, tetapi tidak membuktikan jati dirinya sebagai orang-orang hebat untuk memberikan kontribusi bagi pelayanan di rumah sakit ini. Harusnya memberikan bukti kontribusi untuk menunjukan bahwa kami orang hebat yang bisa membantu ibu direktur karena ibu direktur ada kekurangan.

Harapan kepada semua masyarakat bahwa sampai saat ini situasi di manajemen maupun di pelayanan RSUD Abepura semua sedang baik-baik saja dan berjalan seperti biasa aman dan lancar, kalau ada demo itu satu dua oknum yang membawa demo seolah-olah mengatas namakan semua orang padahal untuk kepentingan dirinya sendiri bukan kepentingan umum.

“skali lagi saya sampaikan kepada semua masyarakat bahwa rumah sakit Abe tetap terbuka, pelayanan berjalan seperti biasa. Para perawat, dokter, petugas Laboratorium, dan semua staf tetap laksanakan tugas seperti biasanya. (Redaksi)

Redaksi Saireri.com

Redaksi Saireri.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *